moniczflo

Sistem Politik dan Berdirinya Kerajaan Singhasari

Posted on: December 16, 2010

Tugas Mata Kuliah

PENGANTAR ILMU POLITIK

“ BERDIRINYA KERAJAAN SINGHASARI “

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Monica Florencia ( 1423010001 )

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Surabaya

2010 / 2011

KERAJAAN SINGHASARI

Kerajaan Singhasari atau sering ditulis Singasari atau Singosari merupakan sebuah kerajaan yang didirikan di daerah Singosari, Malang, Jawa Timur oleh Ken Arok pada tahun 1222. Berdasarkan prasasti Kudadu nama resmi Kerajaan Singhasari yang sesungguhnya ialah Kerajaan Tumapel. Namun pada tahun 1254, Raja Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanagara sebagai yuwaraja dan mengganti nama ibu kota menjadi Singhasari. Dalam kronik Cina dan Dinasti Yuan, nama Tumapel muncul dengan ejaan Tu – ma – pan.

Awalnya Tumapel adalah sebuah daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjabat sebagai akuwu Tumapel adalah Tunggul Ametung. Namun ia mati dibunuh oleh pengawalnya yaitu Ken Arok dengan cara tipu muslihat. Sepeninggal Tunggul Ametung, Ken Arok lah yang menggantikan posisi akuwu di kerajaan tersebut. Ia juga menikahi istri Tunggul Ametung, Ken Dedes.

Pada tahun 1222, terjadi perseteruan antara Kertajaya dari Raja Kadiri melawan kaum Brahmana. Kaum Brahmana akhirnya menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi Raja pertama Tumapel yang bergelar Sri Rajasa Sang Amurwhabumi. Perang ini meletus di Desa Ganter dan dimenangkan oleh pihak Tumapel. Namun, dalam Nagarakertagama pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra.

Prasasti Mula Malurung atas nama Kertanagara tahun 1255, menyebutkan pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa. Mungkin nama ini adalah gelar anumerta dari Ranggah Rajasa, karena dalam Nagarakertagama arwah pendiri kerajaan Tumapel dipuja sebagai Siwa. Pararaton juga menyebutkan, sebelum maju perang melawan Kadiri, Ken Arok lebih dulu menggunakan julukan Bhatara Siwa.

Terdapat perbedaan antara Pararaton dan Negarakertagama dalam menyebutkan uruutan Raja – raja Singhasari.

Versi Pararaton :                                                               Versi Nagarakertagama :

  1. Ken Arok alias Rajasa Sang                                        1. Rangga Rajasa Sang

Amurwabhumi (1222 – 1247)                                        Girinathaputra (1222 – 1227)

  1. Anusapati (1247 – 1249)                                            2. Anusapati (1227 – 1248)
  2. Tohjaya (1249 – 1250)                                                3. Wisnuwardhana (1248 – 1254)
  3. Ranggawuni alias Wisnuwardhana                             4. Kertanagara (1254 – 1292)

(1250 – 1272)

  1. Kertanagara (1272 – 1292)

Kisah suksesi Raja – raja Tumapel versi Pararaton diwarnai pertumpahan darah yang dilatari oleh balas dendam. Ken Arok mati dibunuh Anusapati ( anak tirinya ). Anusapati mati dibunuh Tohjaya ( anak Ken Arok dari Selir ). Tohjaya mati akibat pemberontakan Ranggawuni ( anak Anusapati ). Hanya Ranggawuni yang digantikan Kertanagara ( putranya ) secara damai. Sementara versi Nagarakertagama tidak menyebutkan adanya pembunuhan antara raja pengganti terhadap raja sebelumnya. Hal ini dapat dimaklumi karena Nagarakertagama adalah Kitab Pujian untuk Hayam Wuruk Raja Majapahit. Peristiwa berdarah yang menimpa leluhur Hayam Wuruk tersebut dianggap sebagai aib.

Diantara raja diatas, hanya Wisnuwardhana dan Kertanagara saja yang didapati menerbitkan prasasti sebagai bukti kesejarahan mereka.

Dalam Prasasti Mula Malurung ( yang dikeluarkan Kertanagara atas perintah Wisnuwardhana ), Kerajaan Tumapel disebutkan didirikan oleh Rajasa yang dijuluki “ Bhatara Siwa “, setelah menaklukan Kadiri. Sepeninggalnya, kerajaan terpecah menjadi dua, Tumapel dipimpin Anusapati, sedangkan Kadiri dipimpin Bhatara Parameswara ( alias Mahisa Wonga Teleng ). Parameswara digantikan oleh Guningbhaya, kemudian Tohjaya. Sementara itu, Anusapati digantikan oleh Seminingrat yang bergelar Wisnuwardhana. Prasasti Mula Malurung juga menyebutkan bahwa sepeninggalnya Tohjaya, Kerajaan Tumapel dan Kadiri dipersatukan kembali oleh Seminingrat. Kadiri kemudian menjadi kerajaan bawahan yang dipimpin oleh putranya, yaitu Kertanagara.

Kertanagara adalah raja terakhir dan raja terbesar dalam sejarah Singhasari ( 1268 – 1292 ). Ia adalah raja pertama yang mengalihkan wawasannya ke luar Jawa. Hal ini dibuktikan pada tahun 1275, dengan mengirim pasukan Ekspedisi Pamalayu untuk menjadikan Sumatera sebagai benteng pertahanan menghadapi ekspansi bangsa Mongol. Pada tahun 1284, Kertanagara juga mengadakan ekspedisi menaklukan Bali. Nagarakertagama menyebutkan daerah – daerah bawahan Singhasari di luar Jawa pada masa Kertanagara antara lain, Melayu, Bali, Pahang, Gurun dan Bakulapura.

Kerajaan Singhasari yang sibuk mengirimkan angkatan perangnya ke luar Jawa akhirnya mengalami keropos di bagian dalam. Pada tahun 1292 terjadi pemberontakan Jayakatwang, Bupati Gelang – Gelang, yang merupakan sepupu, sekaligus ipar, sekaligus besan dari Kertanagara sendiri. Dalam serangan itu Kertanagara mati terbunuh.

Candi Singhasari dibangun sebagai tempat pemuliaan Kertanagara, raja terakhir Singhasari.

Kerajaan di Jawa :

0-600 (Hindu-Buddha pra-Mataram) Salakanagara · Tarumanagara · Sunda-Galuh · Kalingga · Kanjuruhan
600-1500 (Hindu-Buddha) Mataram Hindu · Kahuripan · Janggala · Kadiri · Singasari · Majapahit · Pajajaran · Blambangan
1500-sekarang (Islam) Demak · Pajang · Banten · Cirebon · Sumedang Larang · Mataram Islam · Kartasura · Surakarta · Yogyakarta · Mangkunagara · Paku Alam

Arca Prajnaparamita ditemukan dekat Candi Singhasari. Arca ini dipercaya sebagai arca perwujudan Ken Dedes. Keindahan arca ini mencerminkan kehalusan seni budaya Singhasari.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: